Teori Manajemen Hubungan Manusiawi (Perilaku Manusia atau Neo Klasik)

Teori Manajemen Neo Klasik timbul karena pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efieiensi dalam produksi dan keselarasan kerja. Para pakar mencoba melengkapi organisasi klasik dengan pandangan sosiologi dan psikologi. Tokoh-tokoh aliran hubungan manusiawi antara lain Hugo Munsterberg dan Elton Mayo.

1. Hugo Munsterberg (1862 1916)

Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya yaitu Psikology and Industrial Efficiensy, menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktivitas harus melakukan tiga cara pertama penemuan best possible person, kedua penciptaan best possible work dan ketiga penggunaan best possible effect.

2. Elton Mayo
Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga akan buruk.

Penekanan kebutuhan-kebutuhan sosial dalam aliran hubungan manusiawi melengkapi pendekatan klasik, sebagai usaha untuk menigkatkan produktivitas. Aliran hubungan manusiawi mengutarakan bahwa perhatian terhadap para karyawan akan memberikan keuntungan. Seperti halnya tambahan yang dikemukakan oleh Mayo yang menekankan pentingnya gaya manajemennya, manajer juga diingatkan pentingnya perhatian terhadap proses kelompok untuk melengkapi perhatian terhadap masing-masing karyawan secara individual.

Dari ulasan teori tersebut, saya sangat meyakini bahwa teori manajemen klasik sangat riil untuk diterapkan. Karena, karyawan merupakan bagian vital dari setiap aktivitas produksi dari pabrik. Baiknya hubungan antara manjer dengan karyawan merupakan pendukung yang kuat dalam mengoptimalkan kinerja karyawan yang berefek terhadap efisiensi kegiatan produksi yang lama kelamaan akan sangat tinggi tingkat efisiensinya. Para ilmuwan pun menjadi terilhami akibat adanya aliran ini, mereka menjadi tergugah untuk membahas lebih lanjut mengenai motivasi manusia.

Di dalam keunggulan, pasti ada keterbatasan. Pada teori ini  konsep “makhluk sosial” tidak menggambarkan secara lengkap individu-individu dalam tempatnya bekerja, inilah yang menjadi keterbatasan dari teori manajemen neo klasik. Di samping itu perbaikan kondisi kerja dan kepuasan karyawan tidak menghasilkan penigkatan produktivitas yang dramatik seperti yang diharapkan, lingkungan sosial di tempat kerja hanya salah satu dari  beberapa faktor yang saling berinteraksi yang mempengaruhi produktivitas. Tingkat upah, seberapa jaug pekerjaan itu menarik, struktur organisasi, danhubungan perburuhan juga memainkan peranan. Jadi, produktivitas dan kepuasan kerja menjadi semakin kompleks dari yang dipikirkan semula.

Inilah ilmu manajemen, setiap teori yang ada sampai saat ini pasti memiliki keunggulan dan keterbatasan. Pada praktiknya, manajemen tidak berfokus pada satu titik aliran, karena manajemen bergerak sesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu.

Sumber :

Pengantar Manajemen, T. Hani Handoko, 1984.

Pengantar Manajemen Umum (Untuk STIE), Mohammad Abdul Mukhyi, 1991.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s