Standar Ukur Peralatan Komputer

Hello sobat wordpress😀

Udah lama nih gak posting soal ilmu pengetahuan, mood lagi nyaman di kegalauan hidup nih *tsssssaaaaaah.

        Sekarang ini saya akan memberikan sedikit pengetahuan yang saya baru dapat di kampus, nama mata kuliah nya si Pengantar Komputer dan Teknologi Informasi, dan isinya bener-bener soal itu. Padahal di Gunadarma jurusan Akuntansi itu bobotnya 2SKS, tapi pada prakteknya meta kuliah ini sampe 6SKS karena dipecah jadi 3, ada yang A, B, dan C. Naaaah, yang mau saya kasih tau ini adalah yang A dulu yaitu mengenai hal-hal pada hardware, dan isi materi yang saya sudah bocorkan dalam judul merupakan hal yang paling saya sukai di bagian A ini.

Okey langsung aja yaaa, simak yang satu iniiiii :

         Apa itu Standar Ukur Peralatan Komputer? Standar ukur peralatan komputer adalah suatu acuan yang digunakan untuk mengukur kecepatan  kinerja komputer dengan menggunakan satuan ukur tertentu. 

             Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kebutuhan penggunaan teknologi informasi di jaman sekarang yang perkembangannya sangat pesat, menuntut kita sebagai user (brainware) untuk selalu mengikuti perkembangannya. Dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut, kita harus menguasai konsep dasar komputer, salah satu konsep dasar komputer yang harus kita kuasai yaitu standar pengukuran kecepatan peralatan komputer. Dengan memahami konsep tersebut, kita dapat mengetahui kecepatan transfer data di dalam akses internet dan kinerja suatu komputer dalam menjalankan perintah-perintah yang diberikan oleh user.

Di dalam Standar Ukur Peralatan Komputer terdapat beberapa sub yang perlu kita ketahui, yaitu : Perhitungan Kerja Device, Teknik dan Jenis Kompresi File, Perhitungan Rata-rata Kecepatan Transfer Data, dan Standar Antar Muka Device.

1. Perhitungan kerja device

Dalam perkembangannya komputer mempunyai standar pengukuran sendiri, berbeda dengan satuan ukuran yang lain, komputer mempunyai satuan ukuran yang disebut dengan “byte”. Data yang disimpan di dalam komputer mempunyai ukuran yang berbeda-beda. Data tersebut merupakan kumpulan dari angka 0 dan 1. Kumpulan angka 1 dan 0 inilah yang sering diterjemahkan sebagai ‘bit’ dari data biner. Dan bilangan biner inilah yang kemudian digunakan sebagai perhitungan yang dijadikan satuan komputer yang disebut “byte”.

Di dalam jaringan komputer satuan standar transfer data yang sering dipergunakan sampai sekarang ini terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Bit

Bit adalah ukuran terkecil data dalam sebuah komputer. Bit biasanya hanyalah merupakan pilihan antara 0 dan 1. Dimana 0 biasanya berarti ‘Off’ dan 1 berarti ‘On’. Pada akhirnya komputer akan mengkombinasikan kedua pilihan tersebut menjadi format digital yang lebih kompleks untuk merepresentasikan data. Istilah Bit mulai diperkenalkan oleh seorang statistik terkenal John Tukey pada tahun 1946. Menurut banyaknya jumlah bit yang dapat ditransfer setiap detik, bit dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • bps
    bit per second adalah jumlah bit yang ditransfer dalam satu detik sebanyak 1 bit.
  • kbps
    kilo bits per second adalah jumlah kilobits yang ditransfer dalam satu detik. Berarti jumlah bit yang ditransfer dalam 1 kbps = 1 x 10^3 bit/second = 1000 bit/second.
  • Byte

Byte adalah merupakan kumpulan beberapa bit (1 Byte = 8 bit) Byte biasanya merepresentasikan sebuah karakter (Misalkan seperti A, ?, -, dll). Karakter ini bisa berupa huruf, angka ataupun simbol tertentu. Menurut banyaknya jumlah byte yang dapat ditransfer setiap detik, byte dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Bps
    Byte per second. Jumlah byte yang ditransfer dalam satu detik.
  • Kbps
    Kilobyte per second, jumlah Kilobyte yang ditransfer dalam satu detik. 1 KBps = 1 x 2^10 byte/second = 1,024     byte/second.

Berikut ini adalah satuan Byte lainnya:

  • 1 byte = 8 bits atau 1 karakter
  • 1 kilobyte (K / KB) = 2^10 bytes = 1,024 bytes
  • 1 megabyte (M / MB) =1024 Kb = 2^20 bytes = 1,048,576 bytes
  • 1 gigabyte (G / GB) = 1024 Mb = 2^30 bytes = 1,073,741,824 bytes
  • 1 terabyte (T / TB) = 1024 Gb = 2^40 bytes = 1,099,511,627,776 bytes
  • 1 petabyte (P / PB) = 1024 Tb = 2^50 bytes =  1,125,899,906,842,624 bytes
  • 1 exabyte (E / EB) = 1024 Pb = 2^60 bytes = 1,152,921,504,606,846,976 bytes

2. Teknik dan Jenis Kompresi File

Kompresi adalah proses mengecilkan / memampatkan ukuran, sedangkan kompresi data adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengecilkan data sehingga diperoleh file dengan ukuran yang lebih kecil daripada ukuran aslinya. Contoh kompresi sederhana seperti : – adalah : adlh, yang : yg.

Tujuan kompresi data yaitu :

  • Memperkecil penyimpanan data
  • Mempercepat pegiriman data
  • Memperkecil kebutuhan bandwith

Teknik kompresi bisa dilakukan pada :

  • Data teks
  • Gambar (JPEG, PNG, TIFF)
  • Audio (MP3, AAC, RMA, WMA)
  • Video (MPEG, H261, H263)

Jenis-jenis kompresi data dibagi berdasarkan :

  • Output

–       Lossy Compression

Teknik yang mengakibatkan data semula tidak dapat direkonstruksi kembali (ada data yang hilang), dimana data hasil tidak samadengan data sebelum kompresi. Batasan dalam jenis kompresi ini adalah kualitas yang diinginkan dan waktu (pemrosesan dan pengiriman). Contoh: data lagu, data film, video conference, MPEG (Motion Picture Expert Group) untuk video, MP3 untuk lagu dan audio, JPEG (Joint Picture Expert Group) untuk gambar.

–       Loseless Compression

Teknik kompresi yang tidak menyebabkan kehilangan data. Hasilnya sama seperti data sebelum proses kompresi. Contoh : ZIP, RAR, GZIP. Teknik ini digunakan jika dibutuhkan data setelah dikompresi harus dapat diekstrak/dekompres lagi tepat sama. Biasanya digunakan jika akurasi data sangat penting seperti data teks/biner, data program, image (PNG, GIF). Kadang ada data-data yang setelah dikompresi dengan teknik ini ukurannya sama atau lebih besar.

  • Mode Penerimaan Data oleh Manusia

–       Dialogue Mode

Merupakan proses penerimaan data dimana pengirim dan penerima seakan berdialog (real time), contohnya video conference, dimana kompresi data harus berada dalam batas penglihatan dan pengendaran manusia. Waktu tunda tidak boleh >150 ms, dimana 50 ms untuk proses kompresi dan dekompresi, 100 ms mentransmisikan data dalam jaringan.

–       Retrieval Mode

Merupakan proses penerimaan data tidak dilakukan secara real time, proses ini dapat dilakukan fast forward dan fast rewind di client, dapat juga dilakukan random access terhadap data dan bersifat interaktif.

3. Perhitungan Rata-rata Kecepatan Transfer Data

Tabel kecepatan transfer data

Kecepatan

Simbol

Keterangan

Aplikasi

1.000 bit/s 1 kbit/s atau 1 kbps kilobitatau seribu bit per detik Rata-rata kecepatan internet dial-updi Indonesia saat ini adalah 56 kbps.
1.000.000 bit/s 1 Mbit/s atau 1 Mbps megabitatau sejuta bit per detik Kecepatan transfer data melalui komunikasi tanpa kabel (wireless) pada 2.4 GHz adalah 2 Mbps sedangkan kecepatan sebuah switchstandar adalah 100 Mbps.
1.000.000.000 bit/s 1 Gbit/s atau 1 Gbps gigabitatau satu milyar bit per detik Kecepatan sebuah switch dengan teknologi Gigabit adalah 1 Gbps.
1.000.000.000.000 bit/s 1 Tbit/s atau 1 Tbps terabitatau satu triliun bit per detik Belum ada

**Tabel bentuk kecepatan transfer data

Berdasarkan perhitungannya, kecepatan transfer data dipengaruhi oleh bandwaith. Berikut ini adalah tingkatan bandwith :

  1. Kecepatan Kbps (kilo byte per second)

Dengan ukuran ini banyak dipakai oleh peripheral modem baik internal maupun eksternal. Rata-rata kecepatannya adalah 56 kbps. Bandwidth ini biasa dipakai dalam skala kecil seperti perumahan. Selain itu, keunggulan yang lain adalah bandwidth dengan ukuran ini lebih mudah instalasi modem atau dial-up nya. Dan akses dengan bandwidth seperti ini tidak berlangganan.

2.  Kecepatan Mbps (mega byte per second)

Rata-rata kecepatan transfer data pada bandwidth ini adalah 1 s/d 100 Mbps. Biasanya untuk kalangan pendidikan (pelajar dan mahasiswa) dikenakan tarif murah dibandingkan kalangan usaha (corporate) seperti warnet. Adapun kelemahan dari layanan ini adalah koneksi dari pusat yang terkadang terputus dikarenakan layanan ini masih tergolong layanan baru.

3. kecepatan Gbps (giga byte per second)

Bandwidth ini tergolong dalam skala besar karena biasanya yang menggunakan bandwidth ini sudah menggunakan jaringan LAN yang besar seperti di perkantoran. Peripheral yang menggunakan bandwidth ini pun bukan lagi hub atau access point, melainkan berupa router dan repeater.

4. Kecepatan Tbps (tera bit per second)

Kecepatan inilah yang sangat fantastis, sebuah data yang besarnya 1 triliun bit dapat dikirim dalam waktu hanya satu detik. Bandwidth ini memungkinkan kita mengirim seluruh isi harddisk kita hanya dalam waktu satu detik. Tapi sayangnya bandwidth sebesar ini belum ada.

 

4. Standar Antar Muka Divais

Dibawah ini adalah beberapa istilah dan penjelasan mengenai standar antar muka divais : 

A. Handsaking

Handsaking adalah pertukaran signal yang ditentukan saat hubungan dilakukan antara dua terminal. Handsaking merupakan prinsip dasar dari suatu hubungan pada sebuah interfacing.

Perangkat keras atau perangkat lunak aktivitas yang ditentukan merancang untuk menetapkan atau memelihara dua program atau mesin di dalam sinkhronisasi. Handshaking sering berhubungan dengan pertukaran paket atau pesan data antara dua sistem dengan penyangga terbatas. Handsaking dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

• Handsaking Hardware

Suatu teknik untuk peraturan alir data ke seberang suatu alat penghubung atas pertolongan isyarat yang laksanakan oleh kawat terpisah.

 

• Handsaking Software

Transmisi data ekstra pada suatu saluran dalam rangka mengendalikan alat yang mengirimkan data di dalam arah yang lain pada saluran. Karena suatu EIA-232 koneksi, alat-alat ini mengirimkan Control-S dan Control-Q karakter untuk stop dan start transmisi.

 

B. Protokol

Protokol merupakan satu set peraturan dan prosedur untuk bertukar-tukar data dari satu terminal dengan terminal lainnya. Hal ini dapat dibedakan antara protocol dengan handsaking, karena fungsi protokol hanya mengatur signal yang diperoleh melalui proses handsaking. Namun keduanya merupakan saling mendukung dari proses komunikasi pada sebuah interfacing.

3 alasan yang perlu diketahui mengenai protokol

• kode dari melakukan; “protokol keselamatan”; “protokol akademis”

• format etiket yang diamati oleh kepala-2 pada suatu status

• aturan menentukan transmisi dan format data

 

Naaaaaah itu tadi adalah ulasan menganai apa saja yang baru saya dapatkan di kampus, menarik kaaaan? semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian🙂

Satu pemikiran pada “Standar Ukur Peralatan Komputer

  1. Ping balik: Standar Ukur Peralatan Komputer | Ricky SK UG'13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s