Analisis Pembangunan Daerah Perbatasan Kota/Kabupaten

*Bupati Pacitan Indartato

ARTIKEL:

LENSAINDONESIA.COM: Bupati Pacitan, Jawa Timur, Indartato memastikan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah perbatasan akan menjadi prioritas dalam tiga tahun sisa masa jabatannya.

“Pembangunan di daerah perbatasan ke depan harus lebih diintensifkan agar kesejahteraan masyarakat tidak jauh tertinggal, terutama pemenuhan sarana dan prasarana umum, baik jalan, jembatan, sekolah, pusat kesehatan dan lain sebagainya,” katanya, Sabtu (23/03/2013).

Baca juga: SBY jabat Presiden dua periode, Pacitan belum punya “Tetenger” dan Infrastruktur jalan rusak perburuk wajak Pacitan

Penegasan itu sekaligus mengonfirmasi hasil tilik desa yang dilakukannya bersama seluruh jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) dan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) se-Kabupaten Pacitan, di Kecamatan Ngadirojo, Rabu (20/3).

Menurutnya, desa-desa maupun kecamatan yang secara geografis berbatasan langsung dengan daerah/kabupaten tetangga memiliki peran strategis dalam hal pertumbuhan ekonomi, budaya, maupun keamanan.

Ia lalu mencontohan Desa Wonoasri, Kecamatan Ngadirojo yang memiliki wilayah berbatasan dengan Desa Mrayun, Kecamatan Mrayun Kabupaten Ponorogo.

Sebagai desa baru hasil pemekaran tahun 2007, masyarakat Wonoasri sangat membutuhkan perhatian untuk mengejar pembangunan.

Di desa ini, banyak fasilitas infrastruktur penting yang rusak parah atau bahkan belum tergarap sama sekali, padahal secara ekonomi perkembangan desa cukup menjanjikan.

“Pemerintah Kabupaten Pacitan Insyaallah akan menjadikannya sebagai prioritas penanganan hingga 2014,” kata Bupati.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Pacitan, Budianto mengakui sebagian besar infrastruktur jalan di daerahnya rusak berat.

Ia mengungkapkan panjang atau volume jalan yang mengalami kerusakan dengan kategori berat mencapai 300 kilometer atau sekitar 35 persen dari total panjang infrastruktur jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten setempat, yakni 798 kilometer.

Untuk memperbaiki sarana pendukung mobilisasi warga itu, Pemkab Pacitan sebenarnya telah menganggarkan dana sebesar Rp12 miliar, terutama untuk perbaikan jalan yang mengalami kerusakan berat.

Namun, anggaran tersebut menurut Budianto belum sebanding dengan kebutuhan yang disesuaikan dengan volume/tingkat kerusakan jalan. “Jumlah anggaran yang tersedia belum mencukupi,” ujarnya.@ridwan_licom/ant

ANALISIS:

Pembangunan daerah perbatasan sangat diperlukan demi mencapainya kesejahteraan masyarakat perbatasan dan demi kemudahan akses masyarakat lain untuk menuju suatu daerah tertentu yang saat itu melewati daerah perbatasan tersebut. Lingkup daerah perbatasan tidak hanya pada batas wilayah antar negara, namun batas wilayah antar propinsi dan batas wilayah antar kota/kabupaten juga perlu diberi perhatian tinggi.

Berjalannya roda perekonomian tidak lain pastinya melalui bidang transportasi dan kelengkapan infrastruktur. Permintaan pemenuhan kebutuhan akan infrastruktur penunjang transportasi yang baik, sesuai proporsi, dan tahan lama pada daerah perbatasan di Indonesia sangat tinggi, untuk itu pemerintah perlu membangun dua hal ini dengan sebaik-baiknya.

Penyegeraan melakukan perbaikan infrastruktur pada daerah perbatasan di pacitan harus benar-benar diwujudkan, terlebih letaknya yang strategis membuat setiap perkembangan aspek kehidupan suatu daerah lebih berkembang secara pesat di daerah perbatasan. Jika hal ini lebih cepat untuk diwujudkan, maka kesejahteraan di daerah perbatasan di pacitan ini bukan hanya sekadar harapan kosong dengan tanggapan janji yang teringkar, melainkan suatu kenyataan yang dapat merubah kehidupan mereka ke arah yang lebih baik yaitu tingkat kesejahteraan warga yang tinggi (tidak tertinggal) serta mobilitas perekonomian daerah berjalan dengan lancar karena lebih efektif dan lebih efisien.

Jadi, pembangunan di daerah perbatasan khususnya di pacitan perlu sekali dijadikan prioritas karena infrastruktur suatu daerah merupakan tampak depan dan pilar eksistensi suatu daerah, serta pembangunannya juga perlu diawasi agar tidak ada kebocoran anggaran.

Sumber terkait:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s