Mengapa Koperasi Sulit Berkembang di Indonesia

Mengapa Koperasi Sulit Berkembang di Indonesia

Oleh : Ahmad Fajri Shauti / 20212431 / 2EB01

 Image

Sebelum penulis membahas mengenai hal-hal apa saja yang membuat sulit berkembangnya koperasi di Indonesia, penulis akan mengemukakan terlebih dahulu hal mendasar mengenai seluk beluk koperasi di Indonesia agar pembaca dapat lebih memahami isi dari tulisan ini.

 

Apa itu koperasi?

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

 

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa koperasi dibuat dan didirikan untuk memberdayakan masyarakat dalam aktivitas perekonomiannya, sehingga tercipta sumber daya manusia yang sejahtera dan tangguh dalam perekonomian.

 

Apa saja jenis koperasi yang ada?

Ada keberagaman yang terdapat dalam jenis-jenis koperasi, diantaranya adalah :

1.      Jenis koperasi menurut fungsinya
(Koperasi Pembelian/Pengadaan,Konsumsi, Koperasi Penjualan/Pemasaran, Koperasi Produksi, Koperasi Jasa).

2.      Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja
(Koperasi Primer, Koperasi Sekunder (Pusat, Gabungan Koperasi, Induk Koperasi))

3.      Jenis koperasi menurut status keanggotaannya
(Koperasi Produsen, Koperasi Konsumen)

 

Dari yang kita ketahui tentang jenis-jens koperasi yang ada, dari keberadaannya koperasi dapat mendongkrak aktivitas perekonomian negara karena skala ekonomi yang besar, aktivitas yang nyata serta faktor-faktor keunggulan lainnya yang berada pada badan usaha ini yang dapat membuat perekonomian negara menjadi semakin unggul.

 
Apa prinsip koperasi?

Prinsip koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992 adalah :

1.      Keanggotaan besifat sukarela dan terbuka

2.      Pengelolaan dilakukan secara demokrasi

3.      Pembagian SHU dilakukan secara adil

4.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

5.      Kemandirian

6.      Pendidikan perkoperasian

7.      Kerjasama antar koperasi

 

Tampak jelas bahwa prinsip koperasi sangatlah menginginkan masyarakat satu sama lain menjadi sumber daya manusia yang produktif, berpengetahuan, dan sejahtera dengan aktivitas koperasi.

 

Penyebab kurang berkembangnya koperasi di Indonesia

Seperti kita ketahui sekarang ini, eksistensi dan keaktifan dari kegiatan koperasi di Indonesia kian lama kian menurun. Berdasarkan berita mengenai perkembangan koperasi di Indonesia, Pada akhir masa Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), tercatat jumlah koperasi 154.964 unit dan 5 tahun kemudian pada akhir 2012 naik menjadi 194.295 unit, dimana dalam analisis statistik terdapat pertumbuhan koperasi yang baru rata-rata 5,8 persen per tahun; sementara jumlah anggota pada 2008 ada 27,3 juta orang dan pada akhir 2012 tercatat 33,87 juta orang; yang secara statistik rata-rata pertumbuhan anggota sebesar 5,5 persen per tahun.

Selaku badan usaha, terdapat omzet usaha tercatat 68.446 triliun rupiah, lalu naik pada 2012 menjadi 119.182 triliun rupiah, atau naik rata-rata 15 persen per tahun. Jika melihat data di atas yang selalu ada perkembangan positif, bisa saja dianggap bahwa ada pertumbuhan animo masyarakat untuk bergabung dalam koperasi di negeri ini, bahkan data per semester I tahun 2013, koperasi telah mencapai 200.808 unit. 

 

Namun, terungkap juga bahwa walaupun jumlah koperasi meningkat, ditemukan banyak koperasi yang tidak aktif yang selalu “tidur nyenyak” yang jumlahnya belum menurun, tetap berkisar 29 persen. Lihat saja, pada akhir 2012, ada 54.974 unit dan pada smester I 2013 naik menjadi 58.421 unit koperasi yang tidak aktif. Suatu jumlah yang tidak kecil, bagaikan “ribuan mayat” yang tergeletak bergentayangan yang seakan-akan menanti giliran masuk ke “kuburan massal”. Indikator lainnya dalam mekanisme manajemen perkoperasian seyogianya terlaksana forum silaturahim para anggota selaku pemilik koperasi guna mengambil berbagai keputusan strategis dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang tampaknya masih terseok-seok, rata-rata masih di bawah 50 persen tiap tahun yang menyelenggarakan RAT.

 

Selain berdasarkan dari fakta-fakat yang disebutkan dari berita di atas, ada banyak hal lain yang dapat kita amati bahwa hal tersebut merupakan hal-hal yang membuat koperasi di Indonesia menjadi semakin tenggelam. Hal-hal tersebut antara lain :

1.      Kurangnya partisipasi anggota yang menyebabkan aktivitas cenderung stagnan

2.      Sosialisasi koperasi kepada masyarakat yang masih minim menyebabkan masyarakat masih sangat kurang memahami esensi dari koperasi itu tersendiri. Sehingga kurang tergeraknya masyarakat untuk menggunakan jasa koperasi sebagai sarana penunjang aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat.

3.      Manajerial yang kurang professional dan kurangnya pengetahuan lebih di kalangan pengurus koperasi dalam pengelolaan aktivitas koperasi menyebabkan menurunnya kinerja dari koperasi.

4.      Kondisi permodalan yang masih minim

5.      Kondisi kesadaran masyarakat yang sangat minim untuk menggunakan jasa koperasi, karena sampai seakrang ini pemerintah yang mensosialisasikan ke masyarakat, bukan mulai dari kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

6.      Pemerintah yang cenderung memanjakan koperasi dengan bantuan-bantuan yang kurang mendidik, contohnya adalah bantuan yang tidak diwajibkan untuk dilakukan pengembalian. Ini memberikan efek yang buruk bagi koperasi, karena koperasi cenderung mengandalkan bantuan daripada bergerak secara mandiri untuk meningkatkan asset dan aktivitas koperasi yang nantinya bertujuan untuk memakmurkan anggota koperasi itu sendiri.

7.      Terjadinya demokrasi ekonomi yang minim seperti tidak leluasanya koperasi dalam menjalankan setiap tindakannya,

8.      Masalah-masalah eksternal dan internal yang menyebabkan kurang produktifnya aktivitas koperasi. Kondisi internal yang buruk dapat merusak manajerial dari koperasi tersebut, sehingga kinerja koperasi menjadi buruk. Kondisi ekternal yang ekstrim seperti inflasi yang tinggi dan persaingan yang sangat ketat dalam perekonomian juga menjadi kendala dalam perkembangan koperasi yang memiliki tingkat ketahanan yang tidak begitu kuat.

 

Demikian tulisan mengenai Mengapa Koperasi Sulit Berkembangdi Indonesia, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan pembaca sekalian dan menambah kesadaran untuk senantiasa menggunakan jasa koperasi.

 

Penulis

 

Sumber :

          Pemikiran Pribadi

          id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

          www.slideshare.net/HafisAkbar/ekonomi-koperasi-10601420

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s