Laporan dan Analisa Hasil Observasi Koperasi

Nama                    : Ahmad Fajri Shauti

NPM                     : 20212431

Kelas                     : 2EB01

 

Laporan dan Analisa Hasil Observasi Koperasi

 

Anggota Kelompok          : 1. Dian Kurniawan  2. Risky Apriyani

(Surat Keterangan Kunjungan Observasi Koperasi)surat keterangan koperasi

A. Sekilas tentang KOPTI

           Koperasi Yang terletak di Jl. Raya Cilendek no 27, Bogor  ini merupakan suatu badan usaha yang sangat bermanfaat bagi ekonomi kerakyatan yang saat ini masih di kembangkan oleh Pemerintah. Selain hal tersebut dengan adanya koperasi ini juga dapat memangkas penganggura yang ini tentu akan  membantu program Pemerintah akan masalah pengangguran.

           Pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto, para pemimpin mungkin memikirkan ekonomi seperti apa sih yang cocok di terpakan di Indonesia? Kemudian para pemimpin kita terdahulu memfokuskan koperasi sebagai sarana memajukan perekonomian kerakyatan. Selain itu koperasi melibatkan asas kekeluargaan, kerja sama dan gotong royong antara pegawai koperasi dan anggota koperasi.
           Kopti ( Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia ) merupakan wadah bagi para pengrajin tempe di kabupaten di Bogor dan sekitarnya. Kopti sendiri berdiri pada tahun 1980 dan Kopti ini ada di semua kabupaten di Indonesia . Pada Masa kepemimpinan Pa Soeharto Kopti sebagai anak emas oleh Pemerintah Karna Pada masa kepemimpinan beliau Koperasi di pandang sebagai pilar untuk memajukan perekonomomian di Indonesia.

Awal Mula di bentuknya Koperasi Produsen Tempe dan Tahu di Indonesia di sebenarnya para pengrajin tempe dan tahu pada jaman kepeminminan Pa Soeharto kesulitan dalam mendapatkan bahan baku kedelai karna tidak adanya koperasi pada saat itu kemudian para pengrajin untuk dapat mendapatkan bahan baku membeli ke Toko. Kemudian karna hal tersebut koperasi di bentuk oleh Pemerintah sebagai wadah bagi para pengrajin Tahu dan Tempe di Indonesia.  Sehingga di harapkan dengan adanya Kopti para pengrajin Tahu dan Tempe dapat mendapatkan bahan baku dengan harga yang terjangkau dan sebagian dari pendatan dapat disisihkan untuk dapat mengembangkan usaha para pengrajin temped an tahu

B. Unit Usaha Koperasi

Usaha produktif

Kopti Kabupaten Bogor memiliki unit usaha produktif yaitu :

1.Penyediaan kacang kedelai bagi pengrajin tempe,tahu, susu kedelai dll

2.Simpan pinjam bagi anggota koperasi

3.Menyediakan peralatan produksi bagi pengrajin tempe tahu seperti mesin pemecah kedelai dll

4.Menyediakan jasa angkutan barang

Kerjasama

Pada saat ini Kopti Kab Bogor telah bekerjasama dengan beberapa mitra antara lain:

1.Bank BCA Bogor

2.Bank BNI Bogor

3.LPDB

4.Kementrian Perindustrian

5.Kementrian Koperasi dan UKM

6.FKS Multiagro

7.MercyCorps

8.Forum Tempe indonesia

Unit Usaha Lainnya

Kopti Kab Bogor juga membangun Rumah Tempe Indonesia (RTI) yang merupakan pabrik percontohan tempe yang memiliki standar HACCP. Proses produksi di Rumah Tempe terkesan bersih dan efisien dengan teknologi ramah lingkungan dan peralatan yang steril. Dalam membangun RTI Kopti Kab Bogor bekerjasama dengan Forum Tempe Indonesia dan MercyCorps dan didanai oleh FKS Multiagro, PT.Antam persero,dan Uni Eropa.

RTI melayani 5 propinsi untuk memasok peralatan pembuatan, mulai dari alat perebusan kedelai hingga alat fermentasi tempe dengan nilai proyek Rp.150 Juta/Pabrik. RTI Kopti Kab Bogor juga bekerja sama dengan Kalbe Farma untuk membuat bubur tempe kemasan yang dapat berkhasiat mencegah dan mengobati diare. Tempe yang dibuat oleh Kopti ini didistribusikan ke Rumah Makan dan juga Boarding School.

C. Masalah dan Solusi Permasalahan untuk Koperasi

Kopti Kab.Bogor sudah terkesan maju dan hanya memiliki sedikit masalah, oleh karena itu, kelompok kami mengungkapkan masalah Kopti secara global dan solusi yang diperuntukkan untuk Kopti yang kurang bisa berkembang.

Masalah 1. Ketergantungan terhadap kedelai dari importir

Impor kedelai yang dilakukan oleh negara kita disebabkan ketergantungan pada Negara maju membuat kita menerima dengan keadaan apapun, kedelai kualitas apapun akan kita terima meskipun sebenarnya kedelai itu digunakan untuk pakan ternak.  Sementara untuk meng-impor kedelai yang berkualitas baik, harganya 2 kali lipat sementara keadaan ekonomi Negara Indonesia yang kurang baik tentu tidak sanggup meng-impor kedelai berkualitas baik, kalaupun dipaksakan untuk impor, maka harga tempe di dalam negeri dapat meningkat hingga 2 kali lipat dan masyarakat malas membeli karena harganya tidak wajar.

Kedelai yang di-impor dari Amerika Serikat adalah hasil rekayasa genetika, dengan bahan kimia yang cukup berbahaya, bahkan dicampurkan dengan makanan ayam serta konsentrat, kuota yang mereka hasilkan dari rekayasa genetika itu 20 Juta ton/tahun dan dengan harga yang tidak bisa ditawar.  Pejabat tidak membatasi keberadaan importir karena mereka telah disogok oleh importir, uang yang diterima oleh pejabat diperoleh oleh importir dengan cara yang mudah yaitu dengan menaikkan harga harga komoditas kedelai.

Masalah 2. Pasokan kedelai dari petani lokal tidak pernah terlihat

Petani lokal tidak bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kedelai untuk pengrajin tahu tempe lokal, padahal Indonesia terkenal berbagai jargon: Negara Agraris, Gemah Ripah Loji Nawi, tongkat kayu dan batu jadi tanaman (lempar batang singkong tanpa digarap pun bisa tumbuh dan berbuah), tetapi kita tidak mempunyai kemampuan memenuhi bahan baku kedelai bahkan untuk negara sendiri, petani tidak berminat untuk menanam kedelai karena harga yang kalah saing dengan harga kedelai dari importir padahal kualitas kedelai lokal jauh lebih baik dan jika dibuat tahu maka rasanya lebih gurih.

Supply bahan baku kedelai dari petani lokal tidak pernah mencuat karena hal lain, karena kacang kedelai yang belum matang sudah dijual dengan cara direbus ke penjual bajigur, karena harganya lebih tinggi dibandingkan menjual kedelai untuk bahan baku tempe. Pemerintah melalui menteri bilang bahwa Indonesia akan melakukan swasembada kedelai dimana 1,5 juta Ton stok kedelai akan didapat dari impor sementara 800 ribu Ton stok kedelai adalah komoditi lokal, pada kenyataannya itu hanya data fiktif, data kedelai yang dalam tahap panen dari Departemen Pertanian tidak ada yang sesuai bila dilakukan pengecekan ke berbagai daerah, padahal tanah-tanah di Papua yang masih belum tergarap dapat dijadikan tempat penanaman kedelai tetapi apadaya, menteri tidak memiliki komitmen untuk memajukan kegiatan penanaman kedelai.

Salah satu alasan Pemerintah melalui Menteri tidak mau untuk membuat program penanaman kedelai secara intens dengan pembiayaan APBN karena apabila proyek tersebut gagal karena keadaan alam ataupun hama, maka KPK yang mengecek pembiayaan dan penerimaan tetap men-cap Menteri tersebut korupsi karena tidak adanya penerimaan yang sesuai  ekspekstasi. Meskipun demikian, tidak adanya sanksi bagi Menteri yang tidak becus dalam menjalankan amanat rakyat juga menjadi salah satu faktor penyebab pertanian kedelai kita kurang maju.

Rapor pertanian kedelai BAPPENAS cenderung merah, tetapi Menteri Pertanian belum mau menjelaskan hal tersebut, Pemerintah tidak pernah menginginkan petani untuk mendapatkan berita gembira dengan pemberian bantuan untuk pencapaian target panen. Pasokan kedelai yang tidak mencukupi untuk dalam negeri sendiri juga dapat disebabkan pertanian kedelai dinomor 3-kan setelah beras dan jagung.

Masalah 3. Varietas unggul tidak dikembangkan dan permasalahan limbah

IPB baru-baru ini menemukan varietas kedelai yang unggul, kualitas kedelai ini tergolong bagus dan meningkatkan produksi secara cepat. Sampai saat ini varietas kedelai tersebut belum digunakan oleh pemerintah untuk membuat produksi kedelai kita memuncak, sehingga hasil penelitian yang hebat ini masih belum dimanfaatkan dengan baik padahal bila dimanfaatkan dengan benar dapat menjadi titik balik kejayaan pertanian kedelai Indonesia

Masalah lain yang dihadapi oleh pengrajin tempe yang berkaitan dengan Kopti adalah limbah, karena ketika sungai kering, limbah yang dikeluarkan oleh pabrik tempe tidak mengalir dengan baik, akibatnya pemukiman perkotaan padat penduduk merasakan imbasnya yaitu bau yang tidak sedap, banyak pabrik tempe didemo bahkan pernah ada kasus dimana bagian rumah pemilik pabrik dirusakkan karena ketidakpuasan warga terhadap pengelolaan limbah.

Solusi-solusi untuk ke 3 poin di atas:

Negara kita adalah Negara yang belum di kategorikan sebagai Negara maju, maka komoditas kedelai merupakan suatu kebutuhan yang penting untuk kalangan bawah – kalangan atas. Bagi kalangan menengah bawah Tempe merupakan sumber protein bagi mereka. Sehingga dengan Pentingnya komoditas ini bagi masyarakat Pemerintah seharusnya dapat menyediakan bahan baku dan dapat mengontrol harga kedelai.

     Namun dari sekian banyak kekurangan dari Pemerintah alangkah baiknya kita hargai dan mendukung semua yang di lakukan oleh Pemerintah. Muadah – mudahan  kejadian seperti ini dapat menjadi introspeksi bagi Pemerintah dalam menjalankan amanat masyarakat. Kita ketahui bahwa 100% dari bahan baku kita adalah impor maka wajar jika kedelai kita lebih mahal dari biasanya kalau kita tidak menerima mau bagaimana lagi, yang dapat kita lakukan bersama Pemerintah adalah melakukan perbaikan dan beljar mandiri itu penting.
Solusi Untuk permasalahan – permasyalahan akan bahan baku kedelai sebagai berikut
              Dengan  kondisi harga kedelai yang sekarang sangat tinggi yang di akibatkan oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dollar maka solusi jangka pendek yang dapat di lakukan oleh kopti sebagai wadah dari para pengrajin adalah
I.          Solusi Jangka Pendek ( kurang dari 1 tahun )
  1. Mogok kerja merupakan sesuatu yang kadang menjadi alternative untuk membangunkan para pejabat. Namun yang terpenting yang seharusnya di lakukan kopti dan para pengrajin adalah bagaimana mereka dapat melakukan efisiensi biaya.
  2. Menaikan Harga atau memperkecil ukuran untuk setiap bungkus tempe merupakan 2 langkah yang harus Kopti dan Para pengrajin pilih untuk menutupi harga bahan baku yang sedang Naik karna tanpa hal tersebut para pengrajin tidak mendapat keuntungan.
  3. Kopti harus memberikan Pelatihan kepada para pengrajin agar dapat menggunakan bahan baku kedelai se-efisien mungkin sehingga biaya produksi menjadi efisien. Karna dengan biaya produksi yang efisien maka tingkat keuntungan yang di peroleh akan lebih banyak.
 Presiden Soekarno telah mengingatkan kepada kita semua bahwa pangan merupakan soal mati-hidupnya suatu bangsa dan apabila kebutuhan pangan rakyat tidak dipenuhi maka bersiap menunggu “malapetaka”. Kita ha­rus terus mendorong untuk men­jaga ketahanan pangan nasional. Maka disini Pemerintah perlu melakukan beberapa kebijakan yang untuk menstabilkan harga kedelai sehingga kebutuhan akan kedelai juga akan terpenuhi.
  Kebijakan seperti pembebasan beamasuk bagi para importir merupakan kebijakan yang hanya akan menambah keuntungan untuk para importir. Hal yang seharusnya di lakukan Pemerintah dalam jangka pendek adalah menstabilkan harga kedelai.
  1. BULOG perlu berperan kembali dalam penstabil harga kedelai seperti pada masa orde baru sehingga para importir tidak se-enaknya memainkan harga kedelai. Karna ketika harga kedelai naik turun maka para pengrajin akan merasa kesusahan  dalam mengaatur anggaran untuk biaya produksi.
  2. Setelah Bulog di terapkan bulog juga di harapkan tidak memainkan harga kedelai kepada Koperasi temped an tahu di Indonesia.
  3. Selama Harga masih dalam jumlah yang tidak wajar Pemerintah wajib melakukan subsidi kedelai untuk para pengrajin dengan skala usaha yang kecil. Untuk  pengrajin yang besar menurut saya masih dapat bertahan karna mereka mempunyai skala usaha yang besar sehingga biaya variable juga pasti lebih rendah
            Itulah Solusi jangka pendek yang dapat di lakukan oleh koperasi dan Pemrintah dalam mengatasi harga kedelai sekarang yang sangat tinggi .
II.      Solusi jangka Panjang. ( lebih dari 1 tahun)
           Solusi jangka panjang merupakan solusi yang penting di lakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional . Pemerintah harus mendorong swasembada  kedelai untuk mengatasi gejolak kelangkaan kedelai. Perlu di perhatikan juga bahwa dalam usaha penciptaan swasembada kedelai di butuhkan waktu yang cukup lama sehingga di perlukan komitmen yang sungguh – sungguh dari Pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Berikut menurut saya cara yang harus di lakukan oleh Pemerintah dalam menciptakan swasembada kedelai untuk masa depan.
  1. Membuat lahan khusus untuk meningkatkan produktivitas para petani
  2. Pemerintah harus membantu para petani agar hasil kedelai local mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan kedelai impor sehingga mampu bersing dalam hal harga dan dapat menambah minat para pengrajin untuk menggunakan kedelai local.
  3. Ketika kedelai local  dengan kualitas yang baikn sudah tersedia maka Pemerintah wajib melakukan pembatasan impor kedelai sehingga hal tersebut akan mengurangi persaingan terhadap kedelai local.

Referensi:

Kopti-kabogor.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s