Pembumian Ekonomi Islam; Perkembangan Ekonomi & Keuangan Islam Indonesia Masa Kini (Ditinjau dari Segi Lembaga Keuangan Non Bank)

Awal agama Islam masuk ke Indonesia melalui kehidupan dalam bidang ekonomi yaitu lewat jalur perdagangan antar bangsa dalam suasana tentram dan damai. Pendekatan lewat perniagaan dan kedamaian yang dipergunakan oleh para dai, yang notabene, para pedagang dan saudagar itu ternyata sangat cocok dengan kondisi sosiokultural masyarakatnya sehingga Islam cepat berkembang hingga kepelosok bumi nusantara.

Sayang sekali, masuknya Islam ke Indonesia ini bersamaan waktunya, di satu pihak, dengan melemahnya kekuatan-kekuatan dunia Islam global di hampir seluruh bidang kehidupan dan bangkitnya kembali dunia Barat dengan energi dan semangat baru (renaissance) di pihak yang lain.

Dalam kurun waktu dari permulaan Islam masuk ke Indonesia, sampai paruh pertama abad dua puluh ini, para ulama dan tokoh masyarakat Islam di Indonesia kurang atau tidak memikirkan bagaimana nasib ekonomi umat Islam. Mereka agaknya kurang waktu untuk memikirkan dan menggali sistem ekonomi Islam tersendiri, yang rohnya diambil dari Al-Qur’an dan as-Sunnah. Kondisi ini mengingatkan bahwa peranan Islam dalam peradaban dunia sangat berpengaruh terutama di Indonesia, khusus dalam bidang ekonomi yang kurang dapat perhatian khusus.

sesungguhnya perkembangan ekonomi Islam bukan hanya perbankan syariah, tapi sudah menjalar ke bisnis asuransi, bisnis multilevel marketing, bisnis pegadaian, bisnis perhotelan, bahkan ke pasar modal. Para investor Muslim kini tidak perlu susah-susah lagi untuk menanamkan modalnya pada suatu jenis usaha, karena Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memiliki Jakarta Islamic Index (JII) yang memuat indeks saham-saham yang masuk kategori halal dan baik.

Langkah Konkrit Pembumian Ekonomi Islam

Meski sudah menunjukkan eksistensinya dalam mengambil peranan khususnya perekonomian di Indonesia. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi bagi pengembangan ekonomi Islam di Indonesia. Maka diperlukan langkah-langkah agar pembumian ekonomi Islam di Indonesia bisa lebih eksis, tersosialisasi dengan baik dan banyak diminati oleh seluruh elemen, langkah tersebut adalah diperlukan Sinergitas dari semua kalangan masyarakat baik itu regulasi, akademisi maupun praktisi harus terwujud agar tidak ada ketimpangan di dalam membumikan ekonomi Islam di Indonesia. Peran aktif dari masyarakat umum merupakan faktor penting dalam pembumian ekonomi Islam. Diantaranya adalah : Pertama, Peran akademisi dalam pengembangan ekonomi Islam mengupayakan adanya paradigm shift, menjadikan nilai-nilai universal yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah sebagai world view melalui pendekatan riset, pengembangan konsep-konsep dan juga mengembangkan strategi pengajaran Ekonomi Islam di semua tingkat pendidikan (SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, PT, pesantren)

Kedua, Peran Regulator, dimana ekonomi Islam dalam pembumiannya tidak dapat berjalan tanpa adanya regulasi-regulasi sebagai payung hukum praktik ekonomi syariah di Indonesia, dalam hal ini berperan Bank Indonesia sebagai regulator perbankan dan juga DPR RI berperan dalam menetapkan rancangan Undang-undang Perbankan Syariah, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Perpajakan.

Ketiga, Peran Praktisi, dimana para praktisi disektor inilah mengaplikasikan system ekonomi Islam harus benar-benar terjadi. Baik buruknya ekonomi Islam barometer atau tolok ukurnya adalah praktisi sehingga kesalahan sekecil apapun “praktek” ekonomi syariah akan menjadi image ekonomi syariah itu sendiri secara menyeluruh. Oleh karena itu, para praktisi diharapkan sangat berhati-hati juga tetap melakukan introspeksi dan komunikasi dengan pihak lain dalam mengaplikasikan “produk-produk” ekonomi Islam.

Keempat, Peran Masyarakat diharapkan bisa ikut andil dalam proses pembentukan sistem ekonomi Islam. Dimana masyarakat adalah sebagai konsumen dalam melakukan transaksi di Institusi-Institusi Ekonomi Islam dengan melakukan proses controlling terhadap praktek dan intitusi syariah sehingga terciptanya dinamika sistem ekonomi Islam yang kondusif.

Kelima, tak luput pula Peranan terpenting dari Para Ulama didalam wadah DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia) sebaai contoh peranan ulama adalah lahirnya fatwa MUI 16 Desember 2003 yang mengharamkan bunga bank konvensional. Hal ini berdampak posotif bagi perkembangan ekonomi Islam umumnya.

Paling tidak dari peranan berbagai elemen ini langkah yang dilakukan melalui proses sinergitas dapat memberikan nilai tambah bagi pembumian ekonomi Islam khususnya di Bumi tercinta ini.

Sumber: http://hndwibowo.blogspot.com/2008/06/pembumian-ekonomi-islam.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s