Diversifikasi

Diversifikasi dalam investasi merupakan sebuah strategi untuk mengamankan investasi engan cara menyusun portofolio dengan memperhatikan tingkat keamanan dan beberapa jenis invesment investasi. Instrumen investasi seperti saham, reksa dana, deposito, dan property memiliki karakteristik yang berbeda dan bereaksi berbeda terhadap situasi perekonomian. Mendiversifikasi portofolio dalam beberapa instrument dapat mengurangi resiko sobat dalam berinvestasi.

Krisis ekonomi di tanah air tahun 1998 menjadi pelajaran berharga. Pada saat itu banyak bank yang ditutup sehingga kepercayaan masyarakat terhadap bank jatuh pada titik terendah. ATM dan kantor layanan penuh sesak oleh orang yang hendak menarik uang tabungannya. Rush yang terjadi telah menyebabkan banjir likuiditas di pasar. Hal tersebut diperparah dengan kenaikan harga – harga yang memicu inflasi.

Untuk mengerem dampak sistemik, pemerintah menjamin dana masyarakat di bank dan menetapkan suku bunga tinggi. Kebijakan ini merangsang masyarakat untuk kembali menyimpan uang di bank, terlebih bunga deposito  saat itu sempat mencapai 60%. Dengan tingkat suku bunga seperti itu, sudah tentu pasar saham akan mengalami goncangan karena likuiditas mengalir ke luar bursa, mengarah kepada instrumen yang memiliki return besar tanpa resiko seperti deposito. Selain itu bursa properti dan dunia usaha juga akan lesu karena kekurangan likuiditas akibat tingginya bunga kredit. Coba bayangkan jika dalam situasi seperti itu seorang investor tidak cepat melihat tanda – tanda zaman, maka dapat dipastikan kerugian sudah didepan mata. Disini diversifikasi menjadi penting, walaupun return relatif berkurang tetapi keamanan investasi sobat relatif aman.

Tetapi perlu diketahui bahwa mendeversifikasi investasi bukan hanya menaruh investasi dalam beberapa instument saja. Seorang investor yang jeli dapat menginvestasikan tetap pada saham. Justru ada peluang disitu karena harga – harga sedang jatuh. Kuncinya pada pemilihan saham yang memiliki karakteristik yang saling tidak mempengaruhi dan memiliki tendensi yang bertolak belakang terhadap kondisi perekonomian. Sebagai contoh, saham perusahaan jasa penerbangan, grosir, dan bidang hiburan memiliki karakter bisnis yang berbeda. Memang sebagian nilai saham akan menurun, tetapi sebagian menguat sehingga secara keseluruhan akan baik – baik saja.

Diversifikasi bukan menghilangkan risiko, tetapi dapat mengurangi risiko tersebut. Keep the risk low and still gain high.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s