Etika Profesi Akuntansi

Akuntansi Sebagai Profesi dan Peran Akuntan

Menurut International Federation of Accountants (dalam Regar, 2003) yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.

Profesi akuntansi merupakan sebuah profesi yang menyediakan jasa atestasi maupun non atestasi kepada masyarakat dengan dibatasi kode etik yang ada. Akuntansi sebagai profesi memiliki kewajiban untuk mengabaikan kepentingan pribadi dan mengikuti etika profesi yang telah ditetapkan. Kewajiban akuntan sebagai profesional mempunyai tiga kewajiban yaitu; kompetensi, objektif dan mengutamakan integritas. Yang dimaksud dengan profesi akuntan adalah semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian di bidang akuntansi, termasuk bidang pekerjaan akuntan publik, akuntan intern yang bekerja pada perusahaan industri, keuangan atau dagang, akuntan yang bekerja di pemerintah, dan akuntan sebagai pendidik.

Dalam arti sempit, profesi akuntan adalah lingkup pekerjaan yang dilakukan oleh akuntan sebagai akuntan publik yang lazimnya terdiri dari pekerjaan audit, akuntansi, pajak dan konsultan manajemen.

Beberapa jenis profesi Akuntan adalah sebagai berikut:

  1. 1. Akuntan Publik

Akuntan publik merupakan satu-satunya profesi akuntansi yang menyediakan jasa audit yang bersifat independen. Yaitu memberikan jasa untuk memeriksa, menganalisis, kemudian memberikan pendapat / asersi atas laporan keuangan perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.

  1. Akuntan Manajemen

Akuntan manajemen merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa bertugas atau bekerja di perusahaan-perusahaan. Akuntan manajemen bertugas untuk membuat laporan keuangan di perusahaan

  1. Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik merupakan sebuah profesi akuntansi yang biasa bertugas atau bekerja di lembaga-lembaga pendidikan, seperti pada sebuh Universitas, atau lembaga pendidikan lainnya. Akuntan manajemen bertugas memberikan pengajaran tentang akuntansi pada pihak – pihak yang membutuhkan.

  1. Akuntan Internal

Auditor internal adalah auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas audit yang dilakukannya terutama ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja.

  1. Konsultan SIA / SIM

Salah satu profesi atau pekerjaan yang bisa dilakukan oleh akuntan diluar pekerjaan utamanya adalah memberikan konsultasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan sistem informasi dalam sebuah perusahaan.Seorang Konsultan SIA/SIM dituntut harus mampu menguasai sistem teknologi komputerisasi disamping menguasai ilmu akuntansi yang menjadi makanan sehari-harinya. Biasanya jasa yang disediakan oleh Konsultan SIA/SIM hanya pihak-pihak tertentu saja yang menggunakan jasanya ini.

  1. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah akuntan profesional yang bekerja di instansi pemerintah yang tugas pokoknya melakukan pemeriksaan terhadap pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang disajikan oleh unit-unit organisasi dalam pemerintah atau pertanggungjawaban keuangan yang ditujukan kepada pemerintah. Meskipun terdapat banyak akuntan yang bekerja di instansi pemerintah, namun umumnya yang disebut akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja di Badan Pengawas Keuangan dan Pembagian (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BAPEKA), dan instansi pajak.

Pada pertengahan abad kedua puluh di Amerika Serikat, ketika disiplin akuntansi sedang mencari status profesi, Komisi Standar Pendidikan dan Pengalaman untuk Akuntan Publik Bersetifikat mengeluarkan laporan yang berisi tujuh karakteristik sebuah profesi:
1. Sebuah badan kusus pengetahuan

  1. Sebuah proses pendidikan yang diakui formal dan untuk memperolehnya diperlukanpengetahuan khusus
  2. Sebuah standar kualifikasi profesional yang mengatur pengakuanprofesi
  3. Sebuah standar perilaku yang mengatur hubungan antara praktisidengan klien,

kolega, dan masyarakat

5 . Pengakuan status

  1. Penerimaan tanggung jawab sosial yang melekat dalam suatu pekerjaan yang

diberkahi dengan kepentingan publik

  1. Organisasi yang ditujukan untuk kemajuan kewajiban sosial kelompok

Jelas akuntansi itu memenuhi dua karakteristik pertama. Akuntansi adalah disiplin yang rumit memerlukan pendidikan formal untuk menjadi seorang ahli yang kompeten. Untuk menjadi akuntan publik bersertifikat atau , Certified Public Accountant (CPA) biasanya membutuhkan gelar sarjana di bidang akuntansi serta melewati ujian CPA yang ketat. Menjaga status sebagai CPA harus tetap mengikuti perkembangan terbaru dengan pendidikan berkelanjutan.

Tujuan akuntan untuk mempertahankan fungsi tertib perdagangan, tanpa mengalah pada sudut pandang yang sangat komersial, hal ini bukanlah jangkauan yang jauh untuk menunjukkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengharapkan akuntan publik untuk bertindak dengan kejujuran etis. Akuntan sebagai profesional memiliki tiga kewajiban:

  1. harus kompeten dan tahu tentang seni dan ilmu akuntansi
  2. melihat kepentingan terbaik bagi klien, menghindari godaan untuk mengambil keuntungan dari klien
  3. untuk melayani kepentingan publik.

Ekspektasi Publik

Sebelum membahas tentang ekspektasi publik terhadap etika profesi akuntansi terlebih dahulu mengetahui apa itu ekspektasi publik.Ekspektasi publik adalah tanggapan yang di kemukaan oleh masyarakat tentang etika yag berlaku di masyarakat luas. Ada banyak tanggapan yang beredar di luar sana ada yang positif dan ada juga yang negatif tergantung seseorang yang berpendapat. Karena sebuah ekspektasi adalah bebas sifatanya tetapi tidak mengurangi etika yang berlaku agar ada batasannya sehingga tidak terlalu jauh melenceng dari topik bahasannya.

Masyarakat pada umumnya mengatakan akuntan sebagai orang yang profesional khususnya di dalam bidang akuntansi. Karena mereka mempunyai suatu kepandaian yang lebih di dalam bidang tersebut dibandingkan dengan orang awam sehingga masyarakat berharap bahwa para akuntan dapat mematuhi standar dan sekaligus tata nilai yang berlaku di lingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dalam hal ini, seorang akuntan di pekerjakan oleh sebuah organisasi atau Kantor Akuntan Publik (KAP), tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan profesional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingnya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan.

Sehingga akuntan harus tetap mempertahankan nilai-nilainya di mata publik sehingga ekspektasi publik terhadap profesi akuntan positif. Walaupun kepercayaan publik terhadap profesi akuntansi semakin menurun itu jangan dijadikan pemicu untuk menurunkan kualitas para akuntan.Tanggapan publik yang ada bermacam-macam,tanggapan negatif bisa dijadikan pemicu akuntan atau orang berprofesi di bidang akuntansi semakin meningkatkan nilai dan integritas mereka.Tanggapan positif yang diberikan publik juga bisa membuatm tingkat kepercayaan masyarakat umum terhadap profesi akuntani semakin baik.

Nilai-nilai Etika vs Teknik Akuntansi Auditing

Nilai itu pada hakikatnya adalah sesuatu yang diinginkan (positif) atau sesuatu yang tidak diinginkan (negatif). Nilai merupakan sesuatu yang diinginkan dalam hal nilai tersebut bersifat positif, dalam arti menguntungkan atau menyenangkan dan memudahkan pihak yang memperolehnya untuk memenuhi kepentingan-kepentingannya yang berkaitan dengan nilai tersebut. Sebaliknya nilai merupakan sesuatu yang tidak diinginkan dalam hal nilai tersebut bersifat negatif, dalam arti merugikan atau menyulitkan pihak yang memperolehnya untuk memenuhi kepentingannya, sehingga dengan sendirinya nilai tersebut dijauhi. Jadi bagaimana nilai etika dapat dihayati.

Berikut ini adalah nilai-nilai etika yang harus dimiliki oleh seorang akuntan:

1.Integritas, setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi, kejujuran dan konsisten.

2.Kerjasama, mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam     tim

3.Inovasi,  pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan       proses kerja dengan metode baru.

4.Simplisitas,  pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah     yang timbul, dan masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.

Teknik akuntansi adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntan yang menerangkan transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.

Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan publik

Setiap akuntan publik sebagai bagian anggota Institut Akuntan Publik Indonesia maupun staff profesional (baik yang anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik (KAP) harus menerapkan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik atau sekarang disebut sebagai Kode Etik Profesi Akuntan Publik dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemberi jasa. Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:

1.Prinsip Etika

Memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.

2.Aturan Etika

Aturan Etika disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

3.Interpretasi Aturan Etika

Merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa nonassurance. Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure).

Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jasa nonassurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan. Contoh jasa nonassurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

Secara umum auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan. Ditinjau dari sudut auditor independen, auditing adalah pemeriksaan secara objektif atas laporan keuangan suatu perusahaan atau organisasi yang lain dengan, tujuan untuk menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan atau organisasi tersebut.

Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.

 

KASUS

Kredit Macet Hingga Rp. 52 Miliar, Akuntan Publik Diduga Terlibat.

Seorang akuntan publik yang menyusun laporan keuangan Raden Motor yang bertujuan mendapatkan hutang atau pinjaman modal senilai Rp. 52 miliar dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Jambi pada tahun 2009 diduga terlibat dalam kasus korupsi kredit macet. Terungkapnya hal ini setelah Kejati Provinsi Jambi mengungkap kasus tersebut pada kredit macet yang digunakan untuk pengembangan bisnis dibidang otomotif tersebut. Fitri Susanti, yang merupakan kuasa hukum tersangka Effendi Syam, pegawai BRI Cabang Jambi yang terlibat kasus tersebut, Selasa [18/5/2010] menyatakan, setelah klien-nya diperiksa dan dicocokkan keterangannya dengan para saksi-saksi, terungkap adaa dugaan keterlibatan dari Biasa Sitepu yang adalah sebagai akuntan publik pada kasus ini.

Hasil pemeriksaan yang kemudian dikonfrontir keterangan tersangka dengan para saksi Biasa Sitepu, terungkap ada terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam pengajuan pinjaman modal ke BRI Cabang Jambi.

Ada 4 aktivitas data pada laporan keuangan tersebut yang tidak disajikan dalam laporan oleh akuntan publik sehingga terjadi kesalahan dalam proses kreditnya dan ditemukan dugaan korupsi-nya

“Ada 4 aktivitas laporan keuangan Raden Motor yang tidak dimasukan kedalam laporan keuangan yang diajukan ke Bank BRI, hingga menjadi sebuah temuan serta kejanggalan dari pihak kejaksaan untuk mengungkap kasus kredit macet ini.” tegas Fitr. Keterangan serta fakta tsb. terungkap setelah tersangka Effendi Syam, diperiksa dan dibandingkan keterangannya dengan keterangan saksi Biasa Sitepu yang berperan sebagai akuntan publik dalam kasus ini di Kejati Jambi. Seharusmya data-data laporan keuangan Raden Motor yang diajukan harus lengkap, tetapi didalam laporan keuangan yang diberikan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pimpinan Raden Motor ada data-data yang diduga tidak disajikan dengan seharusnya dan tidak lengkap oleh akuntn publik.

Tersangka Effendi Syam berharap penyidik di Kejati Jambi bisa melaksanakan pemeriksaan dan mengungkap kasus secara adil dan menetapkan pihak pihak yang juga terlibat dalam kasus tersebut, sehingga semuanya terungkap. Sementara itu, penyidik Kejaksaan masih belum mau berkomentar lebih banyak atas temuan tersebut.

Kasus kredit macet itu terungkap, setelah pihak kejaksaan menerima laporan tentang adanya penyalah-gunaan kredit yang diajukan oleh tersangka Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor. Sementara ini pihak Kejati Jambi masih menetapkan 2 tersangka, yaitu Zein Muhamad sebagai pemilik Raden Motor yang mengajukan kredit dan Effedi Syam dari pihak BRI cabang jambi sebagai pejabat yang menilai pengajuan sebuah kredit.

sumber: kompas.com

PEMBAHASAN

Biasa sitepu sebagai akuntan publik disini sudah melanggar nilai-nilai etika profesi akuntansi. Terungkapnya ada terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan perusahaan Raden Motor dalam pengajuan pinjaman modal ke BRI Cabang Jambi.

Ada 4 aktivitas data pada laporan keuangan tersebut yang tidak disajikan dalam laporan oleh akuntan publik sehingga terjadi kesalahan dalam proses kreditnya dan ditemukan dugaan korupsi-nya.Biasa sitepu telah bertindak tidak jujur sehinnga melanggar nilai kejujuran serta dilihat dari kasus ini juga melanggar integritas, objektivitas sebagai akuntan publik.

Lebih jelasnya Biasa Sitepu sebagai akuntan publik sudah melanggar prinsip kode etik yang ditetapkan oleh KAP ( Kantor Akuntan Publik ). Biasa Sitepu telah melanggar beberapa prinsip kode etik diantaranya yaitu :

  1. Prinsip tanggung jawab, dalam melaksanakan tugasnya dia (Biasa Sitepu) tidak mempertimbangkan moral dan profesionalismenya sebagai seorang akuntan sehingga dapat menimbulkan berbagai kecurangan dan membuat ketidakpercayaan terhadap masyarakat.
  2. 2.   Prinsip integritas, awalnya dia tidak mengakui kecurangan yang dia lakukan hingga akhirnya diperiksa dan dikonfrontir keterangannya dengan para saksi.
  3. 3.   Prinsip obyektivitas , dia telah bersikap tidak jujur, mudah dipengaruhi oleh pihak lain.
  4. Prinsip perilaku profesiona, dia tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya sebagai akuntan publik telah melanggar etika profesi.
  5. Prinsip standar teknis, dia tidak mengikuti undang-undang yang berlaku sehingga tidak menunjukkan sikap profesionalnya sesuai standar teknis dan standar profesional yang relevan.

Dilihat dari kasus ini sebenarnya kembali ke individu masing-masing,semua akuntan publik pasti telah mengetahui apa saja yang menjadi kode etik profesinya sehingga bila dia melanggar kode etik tersebut dia sudah sip menerima hukuman sesuai peraturan yang berlaku baik pidana maupun perdata.Semoga untuk kedepannya setiap lembaga swasta maupun keuangan pemerintah yang memperkerjakan seorang akuntan lebih teliti lagi dalam menyeleksi calon akuntan.selain dilihat dari prestasinya juga sebaiknya juga di lihat dari sisi perilaku,keimanannya dan sifat sehari-hari mereka.

Reff:

http://shintaharjanti.blogspot.com/2012/10/tugas-4-akuntansi-sebagai-profesi-dan.html?m=1

http://tantitrisetianingsih.blogspot.co.id/2014/11/akuntansi-sebagai-profesi-dan-peran.html

http://jaimforever.blogspot.co.id/

http://regional.kompas.com/read/2010/05/18/21371744/Akuntan.Publik.Diduga.Terlibat

https://windasirumapea.wordpress.com/

Etika Bisnis: Sebuah Esensi dan Analisis Kasus

            Menurut Velasquez (2005), Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Dalam hal ini, kita dapat merefleksikan fakta yang ada bahwa persaingan yang sehat dalam suatu industri bisnis yang kompetitif harus mengedepankan etika dalam menjalani aktifitas bisnis sebagai cerminan dari sehatnya aktifitas bisnis tersebut. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:

  1. Pengendalian diri
  2. Pengembangan tanggung jawab sosial
  3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
  4. Menciptakan persaingan yang sehat
  5. Menerapkan konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
  6. Menghindari KKN
  7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
  8. Menumbuhkan sikap paling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
  9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
  10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
  11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam etika yaitu:

  1. Sistematik

Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.

  1. Korporasi

Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas, aktifitas, kebijakan, praktik, dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.

  1. Individu

Permasalahan individual dalam etika bisnis ada pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ni termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan, dan karakter individual.

 

Kasus

            PANGKALAN KERINCI, Jurnal Riau.com – Akibat persaingan kurang sehat pihak perusahaan kini melakukan berbagai cara untuk merekrut tenaga kerja yang diiming-imingi kenaikan gaji. Berawal dari kekecewaan dengan management PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), ratusan karyawan di masing-masing departemen perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalan Kerinci mengancam bakal hengkang dari perusahaan dan hijrah ke PT. Indah Kiat. Kekecewaan tersebut dikarenakan perusahaan ini telah ingkar janji dengan para karywan terkait bonus yang akan diberikan. Dimana sebelumnya, para karyawan yang bekerja di PT. RAPP diberikan janji oleh pihak management dengan bonus kesejahteraan bila target perusahaan tercapai. Namun meski target perusahaan telah tercapai empat bulan lewat, janji perusahaan yang akan memberikan bonus pada karyawan tak kunjung teralisasi. Alhasil, para karyawan yang merasa dikecewakan berniat untuk hengkang dari perusahaan kayu milik Taipan Sukanto Tanoto itu. Tak tanggung – tanggung, ada sekitar 80 persen karyawan dari masing-masing departemen yang berencana akan hengkang ke PT Indah Kiat. Namun niat para karyawan agak sedikit terhalang, pasalnya pihak perusahaan tak mau melepaskan begitu saja para karyawannya.

            Beberapa Top Management PT RAPP seperti David Ceer, Timo Hakkinen, Elwan Jumandri dan Jhoni W Sida langsung datang ke lokasi di Grand Hotel Pangkalan Kerinci, Sabtu (10/4) tempat beberapa karyawan PT RAPP akan melakukan interview dengan PT. Indah Kiat. Dari pantauan sendiri di lokasi kejadian, memang beberapa orang dari pihak perusahaan berpakaian preman terlihat mondar-mandir di lingkungan hotel. Salah seorang karyawan yang akan diinterview oleh PT Indah Kiat di Pangkalan Kerinci dan wanti-wanti namanya minta dirahasiakan mengakui kekhawatirannya. Pasalnya, dia bersama kawan-kawannya melihat sendiri bahwa pihak perusahaan. PT. RAPP membawa security berpakaian seragam dan bebas datang ke lokasi hotel. “Jujur saja, kami ketakutan pak, soalnya management membawa security satu truk dan preman untuk menjegal kami agar tak jadi diinterview,” pungkas salah satu karyawan yang enggan disebut identitasnya.

            Dilain sisi menanggapi hal ini secara pribadi pihak Stokeholder Relations Manager PT.RAPP Wan Zak kepada JurnalRiau, Minggu petang (11/04/2010) mengatakan, bahwa hal itu tidak benar, soal pengamcanam untuk hengkang sudah kedua kali. Dan untuk keluar dari perusahaan karyawan tergantung kesepakatan Mou kontrak kerja sebelumnya. Jadi tak segampang itu. Adanya rumor interview oleh pihak perusahaan pulp PT. Indah Kiat, bagi sejumlah karyawan HRD Riau PPulp, menurut wan Zack, tindakan itu merupakan persaingan bisnis yang tak sehat. Dan dinilai merusak etika bisnis, “Selama ini karyawan kita telah mendapat ilmu pengetahuan dan bimtek, yang cukup handal, kenapa tiba-tiba ada perusahaan yang merekrut dengan sistem persaingan tak sehat..,” ucap Wan Zak. Sementara Humas Relation PT. Indah Kiat, Nurul Huda ketika dihubungi via ponselnya Minggu petang (11/04/10) mengaku belum mengetahui hal itu. Karena yang menghandel masalah adalah HRD.

Tanggapan

            Disini ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh kedua perusahaan diatas. Hal pertama adalah kesalahan yang dilakukan oleh PT.RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper ) yang sudah melanggar Prinsip Etika bisnis yaitu prinsip kejujuran,prinsip keadilan dan prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik. Pada prinsip kejujuran, perusahaan sudah ingkar janji atau telah melanggar perjanjian dengan para karyawan mengenai pemberian bonus jika target perusahaan tercapai,, perjanjian yang disepakati bersama telah diabaikan oleh PT.RAPP. Pada prinsip keadilan , disini ada kaitanya dengan prinsip kejujuran dimana perusahaan seharusnya memberikan sesuatu yang sudah menjadi hak para karyawan tersebut, di mana prestasi dibalas dengan kontra prestasi yang sama nilainya. Dan yang terakhir yaitu Prinsip tidak berbuat jahat dan berbuat baik dimana pada kasus ini yang diuntungkan hanya satu pihak yaitu pihak PT.RAPP. padahal akan lebih baik jikakedua belah pihak merasa diuntungkan yaitu perusahaan mencapai targetnya dan para karyawan mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka. Jika saja perusahaan lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan secara keseluruhan maka hal – hal yang tidak diinginkan seperti artikel diatas tidak akan terjadi.

            Dan untuk PT.Indah kiat sebaiknya jika permasalahan antara PT.RAPP dan para karyawannya belum diketahui secara pasti akan lebih baik jika PT.Indah kiat untuk tidak mengambil keuntungan dari konflik tersebut namun hal ini belum diketahui secara pasti karena dari pihak PT. Indah kiat belum ada informasi pasti mengenai perekrutan karyawan PT.RAPP.
Referensi:

Hal Menarik: Alam

The last one hal menarik yang sudah dan beberapa ada yang belum terealisasikan adalah keliling tempat-tempat yang mendekatkan saya pada alam dan segala ciptaan-Nya. Alam selalu mengingatkan saya pada salah satu pepatah minangkabau yaitu “alam takambang jadi guru”. Alam jadi ilmu, ilmu jadi amal. Manusia diberi akal, panca indera untuk berfikir dan meneliti mengolah alam jadi ilmu.

Menarik bagi saya ketika pergi ke persawahan. Melihat sawah perhatikan padinya. Banyak ilmu di dalamnya. Mengapa ia merunduk? Karena berat isinya dengan padi. Yang hampa akan tegak berdiri tak berguna. Maka dari sana saya dapat mencontoh ilmu padi semakin berisi semakin merunduk.

Lalu menarik pula bagi saya ke perhutanan dimana bayak pohon disana. Tak sedikit ilmu dari pohon. Saya senang dengan pohon banyak daunnya, disana pun saya dapat berteduh saat hujan atau panas. Senang pula saya dengan pohon berkayu kokoh tempat bersandar atau beristirahat dan akar yang kuat untuk menopang dirinya yang dibutuhkan orang banyak. Maka dari sanalah saya belajar menjadi orang besar yang banyak ilmunya tempat orang bertanya, bersih dan kuat hatinya tempat bersandar orang dalam susah, kuat pula kaki dan semangatnya untuk menopang diri yang dibutuhkan dan berguna bagi orang banyak.

Carilah ilmu diketinggian langit, hamparan bumi yang terbentang. Carilah ilmu di kedalaman laut dia ada di tetesan air yang turun dari langit. Pandangilah! Ia berada di perbesaran angin dan awan yang berarak.

Sedang buntal bayang-bayang, sedang terjulur lidah anjing, sedang teriknya matahari. Terlihat seekor induk ayam duduk berlindung di bawah sebuah pohon. Mengerami anak -anaknya di bawah sayapnya.

Itulah mengapa alam dan seisinya adalah hal yang menarik untuk saya. Kita bisa bersantai dan bahkan menjadi murid dalam kampus kehidupan.

Enjoy it guys !

Hal Menarik: Belajar Pasar Modal

Pasar modal merupakan hal yang cukup asing di kalangan mahasiswa jurusan akuntansi, karena di jurusan ini sangat jarang materi pasar modal di pelajari. Mungkin pernah dibahas di mata kuliah bank dan lembaga keuangan, tapi menurut saya sangat sedikit materi yang disajikan yaitu hanya seputar struktur dan bagaimana kelembagaan dari pasar modal di Indonesia tersebut. Padahal pasar modal sangatlah menarik, untuk itu saya mulai menambah konsentrasi saya dalam belajar tidak hanya seputar jurusan akuntansi saja, melainkan mengenai pasar modal.

Ketertarikan saya mempelajari pasar modal secara lebih mendalam berawal dari keikutsertaan saya dalam Kompetisi Nasional Pasar Modal 2013. Saya benar-benar mempelajari ini dari nol, karena saat itu saya masih berada di semester 2. Berbekal semangat untuk mempelajari hal baru yang saya yakin ini akan bermanfaat bagi diri saya di kemudian hari, saya langsung mencari buku-buku dan referensi mengenai pasar modal. Setelah mendapatkan buku sebagai referensi, saya mulai mempelajari apa yang ada di dalam buku tersebut.

Setelah saya membaca buku tersebut, pikiran saya terasa terbuka dengan lebar bahwa pasar modal itu sangat kompleks. Banyak hal yang diperhatikan pada pasar modal, apalagi jika kita mempelajarinya dalam sisi analisis investasi. Terdapat dua metode analisis investasi yang selalu digunakan oleh para analis yaitu analisis fundamental dan teknikal.

Analisis fundamental merupakan analisis berdasarkan faktor fundamental dari suatu emiten yang akan kita analisa dan memungkinkan kita jadikan sebagai target investasi. Tidak sampai disitu, kita perlu juga memperhatikan kondisi ekonomi negara, aksi-aksi korporasi, dan berita-berita ekonomi internasional yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap gejolak aktivitas di pasar modal.

Analisis teknikal merupakan analisis berdasarkan pergerakan harga yang diamati dari grafik berupa candle stick/line/bar. Di dalam analisis ini kita dapat menguji bagaimana potensi pergerakan dari suatu harga saham di saat yang akan datang, apakah harga saham tersebut akan mengalami kenaikan atau bahkan penurunan. Pengujian ini tidak hanya sebatas menggunakan mata telanjang saja dengan melihat bentuk grafik, namun kita memerlukan alat uji yang disebut indikator untuk melihat potensi dari grafik tersebut.

Menarik bukan? kita tidak hanya menjadi mahasiswa biasa ketika mendalami pasar modal. Karena pengetahuan sepeti ini merupakan pengetahuan yang sangat langka untuk didapatakan di kelas biasa. Sungguh hal menarik yang paling bermanfaat bagi hidup saya ketika dapat mempelajari hal baru yang dapat bermanfaat bagi kehidupan saya di masa mendatang.

Hal Menarik: Terlibat dalam Hal Besar

Menjadi bagian dari sebuah organisasi berbasis keilmuan bertaraf nasional seperti yang saya alami saat ini di Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma merupakan anugerah dan bagian dari keberlimpahan nikmat yang saya terima dari Allah SWT. Melalui organisasi ini, saya mendapatkan banyak hal menarik yang dapat dijadikan bekal untuk menghadapi kehidupan pasca kampus. Namun, hal menarik yang akan saya ceritakan pada kesempatan kali ini adalah Terlibat dalam Hal Besar.

Keterlibatan saya dalam hal besar ini saya alami dengan beragam cara yang ditakdirkan Allah SWT, yang pertama adalah kesempatan untuk terlibat sebagai panitia di suatu acara edukasi ekonomi syariah yang diselenggarakan oleh Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma dalam acara Gunadarma Sharia Economic Event 2014 dengan menghadirkan pembicara yang profesional di bidangnya seperti pejabat kementerian, akademisi bergelar profesor, bahkan sampai juga direktur dari sebuah organisasi keuangan dunia. Menarik bukan? saya sangat bersyukur dapat terlibat dalam acara ini, saya belajar mengenai cara berkomunikasi dengan para pejabat dan orang-orang besar tersebut atau kebanyakan menyebutnya dengan “artisnya ekonomi syariah”, saya juga belajar mengenai menjalin relasi, dan ini merupakan bekal yang baik untuk diri saya di masa mendatang.

Kedua, hal besar yang saya alami adalah ketika saya mendapat kesempatan menjadi Master of Ceremony (MC) di acara yang sangat bergengsi pada jagat keilmuan ekonomi syariah Indonesia, yaitu acara Forum Riset Keuangan Syariah di Institut Pertanian Bogor yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Ikatan Ahli Ekonomi Islam, dan Masyarakat Ekonomi Syariah. Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, ketika saya dapat memandu acara dengan audiens berjumlah ribuan orang, disaksikan oleh para peneliti ekonomi syariah hingga petinggi-petinggi perusahaan dan kementerian. Kemudian, hal besar yang saya alami pada acara tersebut tidak hanya pada saat saya sebagai MC di acara tersebut, tapi sebelum acara dimulai saya sempat satu meja untuk sarapan pagi di hotel bersama Bapak Nasirwan Ilyas (Direktur Penelitian Departemen Perbankan Syariah, OJK), Bapak Rifki Ismal (Peneliti Senior, Bank Indonesia). Menarik bukan? seorang mahasiswa biasa seperti saya, bisa mendapat kesempatan seperti itu.

Sungguh hal yang sangat membanggakan pada diri saya sendiri, karena jarang sekali anak muda seumuran saya mendapatkan kesempatan seperti itu. Mungkin sadisnya, bertemu dengan pejabat kampus saja sulit apalagi bertemu kemudian sarapan bersama dan satu meja bersama petinggi OJK dan BI? sekali lagi, saya sangat bersyukur atas salah satu dari keberlimpahan nikmat yang sudah saya nikmati dari beragamnya skenario Allah SWT yang sangat tak terduga oleh hamba-Nya, dan saya sangat berterima kasih kepada Sharia Economic Forum Universitas Gunadarma yang memberikan jalan kepada saya untuk mendapatkan kesempatan ini juga yang telah memberikan pembinaan dengan ribuan kebermanfaatan sehingga saya dapat menjadi seperti ini. Alhamdulillah, Jazakumullah Khairan Katsiran.

SERTAKAN DIA DAN MEREKA DALAM HIDUPMU

Manusia itu makhluk sosial, tidak memungkinkan untuk seorang makhluk yang disebut manusia hidup di suatu ruang besar nan luas yang disebut bumi dapat menjalani kehidupan dan bertahan hidup seorang diri. Banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh manusia yang membutuhkan peran makhluk lain dalam pencapaian tujuan akhir pada setiap aktivitas tersebut.

Saya teringat saat saya mengikuti lomba Kompetisi Nasional Pasar Modal 2013 di Surabaya yang pada saat itu tuan rumah penyelenggara kompetisi tersebut adalah Universitas Surabaya. Banyak lika liku yang saya hadapi saat saya mengikuti kompetisi ini. Tidak hanya itu, hadiah yang tak terduga pun cukup banyak saya terima dari peristiwa ini.

Awal rintangan yang saya hadapi adalah saya terancam gagal berangkat karena pihak kampus tidak dapat memberikan saya dana untuk mendukung akomodasi dan transport selama saya mengikuti babak semifinal dan final di  kompetisi tersebut. Akhirnya, saya membicarakan ini dengan orang tua saya dan tidak lupa saya bermunjat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar yang terbaik untuk diri saya. Tak lama sekitar beberapa hari rintangan ini hadir, alhamdulillah saya dapat berangkat ke Surabaya bermodalkan restu, do’a, serta uang transport dari orang tua. Tidak sampai disitu, dukungan dari keluarga dan sahabat-sahabat di Sharia Economic Forum turut berperan mewarnai keberangkatan saya ke Surabaya.

Sesampainya di Surabaya dan sudah menapaki auditorium pascasarjana Universitas Surabaya, saya menjalani babak semifinal yang pada saat itu saya harus berhadapan dengan mahasiswa dari Universitas Airlangga dan Universitas Negeri Surakarta. Lumayan bukan? saya yang hanya mahasiswa baru dari universitas swasta harus menghadapi lawan seberat itu, yang notabene mereka memang sudah sering berkecimpung di dunia pasar modal.

Waktu terus berjalan, persiapan demi persiapan saya lakukan dan pada akhirnya saya telah mempresentasikan makalah saya di babak semifinal ini. Meminta orang tua, keluarga, dan sahabat untuk senantiasa mendo’akan saya, shalat wajib dan sunnah, dzikir, dan tilawah tidak luput dari bagian usaha saya di kompetisi ini sampai akhirnya saya menuju ke babak final dan berhasil mendapatkan juara kelima dari kompetisi ini.

              Saya sangat bersyukur dapat menjadi juara dalam kompetisi besar ini. Padahal jika saya melihat ke belakang mengenai apa yang saya lakukan, saya hanya bergantung pada do’a-do’a dari orang tua, keluarga, dan sahabat kemudian takdir Allah SWT. Sungguh mukjizat Allah SWT itu nyata melalui do’a dan amalan baik. Untuk itu, sertakanlah dia (Allah SWT) dan mereka (orang tua, keluarga dan sahabat) dalam setiap langkah dalam hidup, setiap langkah perjuangan meraih kesuksesan di dunia dan akhirat. In Syaa Allah, semua yang anda inginkan akan terwujud dengan cara menyertai dia dan mereka dalam hidup anda.

KELAS 01 ITU, SUPER!

Nama saya Ahmad Fajri Shauti, kalian bisa panggil saya Fajri. Memiliki identitas sebagai mahasiswa di univesitas ini seringkali dianggap sinis oleh sebagian orang, bahkan cukup bermacam-macam cara orang dalam menilai para mahasiswa universitas ini. Tapi, bagi saya dimanapun saya berada saya harus menjadi yang terbaik di tempat tersebut dan jikalau terlalu banyak sisi negatif di tempat saya berada, saya harus menjadi sisi positif dari tempat tersebut.

Berbicara mengenai sisi positif di dalam dunia akademis tentunya tidak jauh dari kata cerdas, aktif, prestatif atau bahkan beripikir out of the box. Kata tersebut saya simpulkan pada saat saya di universitas ini memasuki “kelas 01”. Kelas ini merupakan kelas yang cukup dinamis, meski pada awalnya agak pasif dalam bergaul sesama karena notabene mereka adalah para mahasiswa pilihan dari 27 kelas pada angkatan 2012, namun lama kelamaan bisa menjadi kondusif dan aktif. Saya ingat betul ketika saya baru memasuki kelas ini, sunyi, individualis, dan cukup penuh, hampir 45 orang yang mengisi kelas ini sampai pada akhirnya program beasiswa sarjana magister memisahkan kami dengan beberapa orang yang mengambil program tersebut.

Waktu terus berjalan, rutinitas semakin padat, dan interaksi satu sama lain semakin terjalin dengan baik melalui media tugas atau hobi yang sama. Disini, saya mulai menemukan hal-hal yang membuat saya harus mengatakan “kelas 01 itu, super!”. Kerap kali pada setiap sesi diskusi peran mereka sangat terlihat sebagai orang-orang pilihan, mulai dari kesiapan materi dan penampilan pada saat presentasi hingga bermunculannya pertanyaan-pertanyaan yang out of the box pada sesi pertanyaan. Tidak hanya itu, semangat belajar mereka sangat tinggi! ini terlihat pada fokusnya mereka pada saat dosen menjelaskan, bergerak cepat setiap baru diberikan tugas oleh dosen, dan satu lagi yang paling saya sukai yaitu jiwa kompetisi yang sangat mendominasi pada diri masing-masing anggota kelas ini.

            Gerak cepat dan berjiwa kompetisi merupakan dua hal yang saya selalu soroti. Belajar dan mengerjakan tugas secara tepat dengan target apresiasi yang sempurna dari dosen sudah sangat tertanam di benak para anggota kelas ini. Wajar jika kelas ini diposisikan secara berbeda dengan kelas lain, karena memang usaha mereka nyata. Semua bermula dari tekanan yang dirasakan sangat berbeda, tugas-tugas kelas maupun lab, dan gaya mengajar dosen yang mungkin kelas lain belum tentu sanggup untuk menghadapinya. Saya menganggap, mereka selalu berusaha maksimal dengan catatan “apa yang telah dilakukan oleh orang lain secara maksimal, adalah tingkat minimal bagi anggota kelas ini”. Hal-hal tersebut saya simpulkan sebagai bahan dasar dari proses pengembangan dan peningkatan kompetensi diri di masa perkuliahan. Sebuah batu bara tanpa tekanan yang kuat tidak akan menjadi berlian, ia hanya tetap menjadi sebuat batu bara. Maka, saya tidak sungkan untuk menyebut kelas ini dengan kalimat “KELAS 01 ITU, SUPER”.

SEGALANYA BERADA DI TANGAN KITA SENDIRI

               “Kasih saya motivasi dong?”, “Terus saya harus bagaimana ya ?”. Dua kata tadi seringkali kita dengar bersama saat seseorang sedang mengalami masalah yang cukup berarti dalam hidupnya atau mungkin pada orang-orang yang sedang hampir putus asa dalam hal yang sedang ia perjuangkan.

            Perlu kita ketahui bahwa sebenarnya diri kita sendiri dapat mengatasi masalah ini sendiri, namun pada situasi dan kondisi tertentu kita memang membutuhkan orang lain untuk menjadi pemberi saran dalam masalah yang kita hadapi, penenang diri kita, atau bahkan hanya untuk menjadi seorang pendengar yang baik dalam curahan hati mengenai problematika hidup yang dihadapi.

            Selama perjalanan hidup yang saya alami sampai detik ini, tidak jarang saya bertemu dengan kawan yang bercerita mengenai apa yang sedang ia hadapi dan membutuhkan saran mengenai apa yang harus ia lakukan dalam permasalahannya. Namun, yang saya temukan dalam setiap kasus ini mayoritas dari kawan yang saya telah berikan saran dia kembali lagi ke saya meminta jalan keluar permasalahan yang sebenarnya sama seperti sebelumnya.

            Dari kejadian yang saya sebutkan di atas, sebenarnya ketika kita memiliki masalah yang cukup berat, kita dapat menyelesaikan masalah kita sendiri tanpa meminta saran dari orang lain. Ada dua hal yang menurut saya terjadi pada diri orang tersebut. Pertama dia hanya menginginkan ada orang terdekat untuk menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah dirinya. Kedua, dia memang sebenarnya sudah tahu apa yang seharusnya dia lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ia hadapi, namun memang ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat ia tidak bisa tergerak untuk melakukan hal itu.

            Faktor yang kedua ini paling sering terjadi pada banyak orang, padahal apa yang akan  terjadi pada dirinya satu detik mendatang adalah hasil dari apa yang ia lakukan di satu detik sebelumnya. Jadi, siapakah yang sebenarnya penentu masa depan diri kita? Pasti jawabannya adalah diri kita sendiri. Maka dari itu, segala hal yang mengenai diri kita adalah berada di tangan kita sendiri.

Indikator Ichimoku Pada Analisis Teknikal Saham

Ichimoku Kinko Hyo

                 Ichimoku Kinko Hyo (selanjutnya akan disebut Ichimoku saja), berarti grafik keseimbangan dalam sekilas atau “Equilibrium chart at a glance” merupakan indikator pada analisa teknikal yang digunakan oleh pedagang saham dan komoditas Jepang. Ichimoku dikembangkan semenjak perang dunia kedua dan mulai diperkenalkan pada tahun 1968 oleh seorang wartawan berkebangsaan Jepang yaitu, Goichi Hosada.

Meski indikator teknikal ini sudah ada cukup lama, kegunaannya baru sampai dikalangan dunia luas pada akhir tahun 1990an. Sebelum masa tersebut Ichimoku dapat dikatakan sebagai indikator khusus yang tidak banyak digunakan seperti lazimny RSI atau bahkan William %R yang notabene muncul belakangan. Baru setelah mulai tersebarnya penggunaan PC dikalangan trader barat, Ichimoku banyak digunakan dan mulai disadari sebagai salah satu indikator teknikal terkomplet yang pernah ada sekaligus akurasinya yang sangat baik. Baca lebih lanjut